Sabtu, 30 November 2013

Perlawanan Rakyat Melawan Sekutu



PERLAWANAN RAKYAT MELAWAN SEKUTU

A.  PERISTIWA MERAH PUTIH DI BIAK

1.   Waktu Terjadinya Peristiwa

Peristiwa Merah Putih di Biak, Papua terjadi pada tanggal 14 Maret 1948

2.   Tempat Terjadinya Peristiwa

Peristiwa Merah Putih di Biak tersebut terjadi di Biak, tepatnya di Papua Barat

3.   Tokoh yang Terlibat dalam Peristiwa Merah Putih di Biak

Ø  Martin Idey sebagai pemimpin Komite Nasional Daerah
Ø  Lucas Roemkorem sebagai pemimpin Partai Indonesia Merdeka
Ø  Yoseph sebagai pemimpin pejuang Irian

4.   Latar Belakang Terjadinya Peristiwa

Sekutu bersama NICA melarang kegiatan politik dan melarang pengibaran bendera Merah Putih, tetapi para pemuda tidak menghiraukannya.

5.   Jalannya Peristiwa

Seperti di daerah lain, upaya untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di Biak (Papua) mengalami hambatan dari pasukan NICA. Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia di Irian (Papua Barat) disambut gembira. Dukungan terhadap proklamasi kemerdekaan bergema di kota-kota, seperti Jayapura, Sorong, Serui dan Biak. Para tokoh-tokoh pejuang Irian membentuk Komite Nasional Daerah yang dipimpin oleh Martin Indey. Di Biak terbentuk pula Partai Indonesia Merdeka yang dipimpin oleh Lucas Roemkorem. Kegiatan mereka menyusun kekuatan untuk melawan Belanda.
    Sejak berkobarnya semangat nasionalisme, para pemuda Irian menggunakan lencana merah putih. Mereka dengan berani mengibarkan sang merah putih dan menyelenggarakan rapat-rapat umum. Pada tanggal 14 Maret 1948 para pejuang Irian menyerang tangsi militer Belanda di Sorido dan Biak yang dipimpin oleh Yoseph.

6.   Akhir Peristiwa

Para pemuda Biak yang dipimpin oleh Joseph berusaha mengibarkan bendera Merah Putih di seluruh wilayah Biak. Usaha ini mendapat perlawanan dari NICA  karena persenjataan NICA lebih unggul, sehingga serangan para pemuda Biak mengalami kegagalan. Tiga orang pimpinan ditangkap dan diadili di Belanda. Dua orang dihukum mati dan seorang dijatuhi hukuman seumur hidup.


B.  SERANGAN UMUM 1 MARET 1949

1.    Waktu Terjadinya Serangan

Serangan tersebut terjadi pada tanggal 1 Maret 1949

2.   Tempat Terjadinya Serangan

Serangan Umum 1 Maret 1949 tersebut terjadi di Kota Yogyakarta

3.   Tokoh yang Terlibat Dalam Serangan Umum 1 Maret 1949

Ø  Letkol Soeharto
Ø  Sri Sultan Hamengkubowono

4.   Latar Belakang Terjadinya Serangan

Hal yang melatarbelakangi terjadinya Serangan Umum 1 Maret ini karena adanya serangan Agresi Militer yang dilakukan oleh pihak Belanda. Setelah serangan Agresi militer ke II yang dilakukan oleh Belanda, kondisi dari rakyat Indonesia sangat memprihatinkan. Khususnya di Kota Yogjakarta. Dalam bidang ekonomi sendiri sudah sangat kacau salah satunya banyak rakyat yang kelaparan. Apabila dari segi ekonomi sangat kacau, maka dari segi politik dan sosial juga akan ikut kacau.

5.   Jalannnya Serangan Umum 1 Maret 1949

Sejak pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta berantakan akibat penyerbuan dan penahanan para pemimpin oleh tentara Belanda pemirintahan De Facto sudah berpindah ke Keraton. Sri Sultan Hamengkubuwono IX oleh rakyat dan tentara diakui sebagai pemimpin dan pemegang kekuasaan pemerintahah khususnya di daerah Yogyakarta. Sultan Hamengkubuwono IX memiliki ide. Dimana ide tersebut adalah suatu strategi yang akan dilakukan untuk menyerang Belanda. Sri Sultan akan menggunakan Strategi Gerilya. Mulai 19 Desember 1948, Sri Sultan telah melaksanakan suatu pelatihan kepada TNI.

Serangan Umum 1 Maret memiliki 2 tujuan yakni :
         Ke dalam
Untuk meningkatkan semangat rakyat serta TNI yang sedang bergerilya melawan pasukan Belanda dan juga untuk mendukung perjuangan yang dilaksanakan secara diplomasi
         Ke luar
Untuk menunjukkan kepada dunia bahwa TNI mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia

Adapun sasaran dari serangan Umum 1 Maret ini adalah :
         Sasaran Politik
Memberikan dukungan moril terhadap perjuangan yang dilaksanakan secara diplomasi
         Sasaran militer
Bertujuan untuk menunjukkan kepada Belanda bahwa TNI tidak hancur seperti yang dikatakan oleh pihak Belanda.
         Sasaran Psikologis
Untuk meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap TNI, yang mana TNI akan mampu mengusir Belanda

Dengan adanya sasaran dalam penyerangan TNI maka TNI beserta rakyat ingin merebut kembali Yogyakarta yang dikuasai oleh Belanda sejak agresi militer kedua. Persiapan yang dilakukan menjelang serangan Umum adalah Sri Sultan melakukan perundingan – perundingan terhadap rakyat dan perundingan terhadap kolonel Soeharto. Sri Sultan mempercayai kolonel Soeharto untuk memimpin serangan tersebut. Kemudian diselundupkan pasukan – pasukan untuk masuk ke dalam Kota
Pada tanggal 1 Maret, tepatnya pukul 06.00 pasukan gerilya mulai memasuki kota jogjakarta. Pasukan Belanda tidak mengira akan adanya serangan, maka daldm waktu yang singkat TNI yang pada saat itu dipimpin oleh Kolonel Soeharto mampu mukul mundur pasukan Belanda. TNI tetap mempertahankan pasukan Belanda di dalam Kota agar tidak ada pasukan Belanda yang keluar untuk meminta bantuan terhadap Belanda. Pasukan berhasil menduduki kota Jogjakarta. Pasukan berhasil merebut pabrik amunisi “waatson” dan senjata – senjata ringan serta dapat merebut 1 tank kecil. Keberhasilan tersbut sangat mengejutkan seluruh dunia. Sebelum jam 12.00, kolonel Soeharto berhasil memundurkan pasukkannya di dalam kota.
                                                                                            
6.   Akhir Serangan Umum 1 Maret 1949

Sempat terjadi serangan dari belanda karena datangnya bantuan dari belanda. Namun serangan tersebut tidak terlalu memakan korban banyak dipihak Indonesia namun dari pihak Belanda sangat banyak menelan korban serta mendapati kerugian yang cukup besar.
Akibatnya, indonesia tidak di ijinkan untuk melakukan serangan selama 2 x 24 jam terhadap Belanda yang sedang melakukan pemindahan pasukan. Dapat dikatakan Serangan Umum 1 Maret 1949 berjalan dengan lancar

1 komentar: