Senin, 21 Oktober 2013

Indra Penglihatan



INDRA PENGLIHATAN
(MATA)

Mata merupakan indra yang berfungsi sebagai penerima rangsangan (foto reseptor). Mata berbentuk bola sehingga disebut bola mata, sedikit pipih dari arah depan ke belakang. Bola mata atau biji mata terletak di dalam rongga mata yang dibatasi oleh tulang dahi dan tulang pipi. Jadi, mata terlindung oleh kedua tulang tersebut. Mata mempunyai bagian-bagian yang terletak di luar dan di dalam mata.


 
 

A.    BAGIAN-BAGIAN MATA

1.   Organ Mata Bagian Luar
Organ mata bagian luar yaitu organ mata yang letaknya di luar bola mata. Yang pada umumnya berfungsi untuk melindungi organ mata bagian dalam. Organ matabagian luar yaitu :
Ø  Kelopak Mata
Kelopak mata berfungsi untuk melindungi mata dari debu atau sentuhan benda. Fungsi kelopak mata berkedip adalah untuk membasahi mata, menggiring kotoran keluar dari mata, dan mengistirahatkan retina dari terpaan cahaya yang terus-menerus.
Ø  Bulu Mata
Bulu mata berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata apabila cahayanya terlalu kuat dan mencegah debu dan kotoran agar tidak masuk ke dalam mata.
Ø  Alis Mata
Alis mata berfungsi untuk menahan keringat dan air hujan masuk ke dalam bola mata, selain itu alis mata juga berguna untuk mempercantik dan memperindah organ mata.
                                    
2.   Organ Mata Bagian Dalam
Organ mata bagian dalam adalah organ-organ yang membentuk bola mata. Yang berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk kemudian meneruskannya ke otak.
Adapun yang termasuk organ mata bagian dalam :

a)  Sklera (Selaput Putih)
Sklera merupakan lapisan pembungkus bola mata yang tersusun atas jaringan ikat kuat berwarna putih buram dan tidak tembus cahaya. yang berfungsi melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata.
b)  Konjungtiva
Konjungtiva merupakan selaput mukosa yang tersusun atas epitel tipis yang membatasi bagian dalam kelopak mata dan bagian depan sklera. Konjungtiva juga menyusun epitel kornea. Konjungtiva berfungsi untuk melindungi kornea (selaput bening) . Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Air mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.
c)   Kornea (Selaput Bening)
Kornea merupakan lapisan bening dan transparan yang memungkinkan cahaya masuk ke dalam mata. Kornea berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk ke mata, membantu memfokuskan bayangan benda pada retina.
d)  Koroid (Selaput Gelap)
Koroid merupakan lapisan sel-sel berpigmen hitam yang terletak di belakang retina. Lapisan ini berisi banyak kapiler darah yang memberi nutrisi dan oksigen, terutama untuk retina.Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah pemantulan sinar (refleksi) cahaya di bagian dalam bola mata retina dengan cara menyerap semua cahaya yang masuk ke mata.
e)   Retina (Selaput Jala)
Retina merupakan lapisan terdalam penyusun bola mata yang tersusun atas sel-sel saraf serta sel-sel fotoreseptor  yang berfungsi mendeteksi ada tidaknya cahaya. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Di sini terdapat bintik kuning dan bintik buta.
f)    Bintik Kuning (Fovea)
Bintik kuning merupakan bagian retina yang paling peka terhadap cahaya karena merupakan tempat perkumpulan sel-sel saraf yang berbentuk kerucut yang berfungsi untuk melihat di tempat yang terang dan sel batang yang berfungsi untuk melihat di tempat yang gelap.
g)  Bintik Buta
Bintik Buta merupakan bagian yang dilewati urat saraf optik yang tidak peka terhadap sinar. Bintik buta yaitu bagian kecil pada retina tempat serabut-serabut saraf bertemu menjadi saraf optik. Bagian ini tidak memiliki sel-sel batang dan sel-sel kerucut sehingga tidak peka terhadap cahaya.
h)  Iris (Selaput Pelangi)
Iris merupakan jaringan berbentuk cakram melingkar yang terdapat persis di depan lensa. Jaringan ini tersusun atas serabut otot sirkuler dan radial. Di bagian ini terdapat pigmen yang mengatur warna mata. Iris berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan mengatur ukuran pupil dan memberikan atau menentukan warna mata seseorang.
i)    Pupil (Anak Mata)
Pupil merupakan lubang di tengah-tengah iris yang memungkinkan cahaya masuk ke mata yang berfungsi untuk mengatur intensitas/banyaknya cahaya yang masuk ke mata.
j)    Lensa Mata
Lensa mata merupakan semacam struktur yang transparan, elastis dan berbentuk bikonkaf yang berfungsi membantu memfokuskan bayangan agar jatuh tepat pada retina, mengatur cahaya untuk membentuk bayangan, dan juga membatasi rongga mata menjadi dua bagian  terpisah yang masing-masing berisi cairan bening (aqueous humour) dan bahan transparan seperti jeli (vitreous humour). Lensa mata memiliki daya akomodasi mata, yaitu kemampuan untuk mencembung (menebal) dan mencekung (menipis)
k)  Saraf Optik
Saraf optik merupakan sekumpulan serabut saraf sensori yang meninggalkan bagian belakang mata yang berfungsi membawa rangsang dari retina menuju otak untuk diterjemahkan.
l)    Otot Mata
Otot mata merupakan otot yang berada di sekeliling bola mata. Otot mata ini yang menggerakkan bola mata. Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).
m)     Badan Siliaris
Badan siliaris merupakan otot-otot melingkar dan menjari yang membentuk suatu cincin di sekeliling lensa pada bagian depan mata, dan biasanya melekat pada lensa melalui ligamen suspensor. berfungsi  mengatur cembung-pipihnya lensa untuk menyesuaikan pemusatan/pemfokusan cahaya.
n)  Ligamen Suspensor
Ligamen suspensor merupakan ligamen kuat yang menghubungkan otot-otot siliaris dengan lensa yang berfungsi merubah bentuk lensa dengan kontraksi dan relaksasi otot-otot siliaris.


B.     MEKANISME MELIHAT SUATU BENDA

Mata bisa melihat benda karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut ke mata. Jika tidak ada cahaya yang dipantulkan benda, maka mata tidak bisa melihat benda tersebut. Proses mata melihat benda adalah sebagai berikut :
·         Cahaya yang dipantulkan oleh benda di tangkap oleh mata, menembus kornea dan diteruskan melalui pupil.
·         Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata.
·          Daya akomodasi pada lensa mata mengatur cahaya supaya jatuh tepat di bintik kuning.
·          Pada bintik kuning, cahaya diterima oleh sel kerucut dan sel batang, saraf optik, kemudian disampaikan ke otak.
·          Cahaya yang disampaikan ke otak akan diterjemahkan oleh otak sehinga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat.

C.    PENYAKIT PADA MATA
1.)   Miopi (Rabun Jauh)

            >  mata tidak dapat melihat benda yang jaraknya jauh
            >  disebabkan lensa mata terlalu cembung sehingga bayangan jatuh di depan bintik kuning
          >  diatasi dengan memakai kacamata berlensa cekung (negatif)

2.)   Hipermetropi (Rabun Dekat)

       > mata tidak dapat melihat benda yang jaraknya dekat
       > disebabkan lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning
       > diatasi dengan memakai kacamata berlensa cembung (positif)

3.) Presbiopi (Mata Tua)
       > mata tidak mampu melihat benda yang terlalu jauh dan terlalu dekat
       > disebabkan lensa mata terlalu pipih dan daya akomodasi mata sudah lemah
       > diatasi dengan kacamata berlensa rangkap

4.) Rabun Senja
       > mata tidak mampu melihat benda yang berada di tempat remang-remang pada malam hari
       > disebabkan kurang vitamin A
       > diatasi dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A

5.) Buta Warna
       > mata tidak mampu membedakan warna
          Buta warna terbadi dua, yaitu :
·      buta warna total => hanya mampu melihat warna hitam dan putih
·      buta warna separoh => tidak mampu melihat warna tertentu

6.) Katarak
       > disebabkan mata keruh sehingga menghalangi masuknya cahay pada retina
       > diatasi dengan operasi katarak

7.) Astigmatisma
       > disebabkan ukuran lensa mata/ kornea tidak rata, sehingga tidak mampu melihat garis vertikal dan horizontal
       > diatasi dengan memakai kacamata berlensa silindris

8.) Juling
       > disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata
       > dapat diatasi dengan operasi

9.) Xeroftalxni
       > kornea menjadi kering dan bersisik

10.) Keratomealani
       > kornea menjadi putih dan rusak


Cara Mencegah Penyakit / Kelainan Pada Mata :
1.      Jagalah kebesihan mata, sehingga tidak kemasukan kotoran.
2.      Lindungi mata jika berada di tempat yang berdebu dan berasap.
3.      Segera tetesi mata dengan obat tetes mata. Hal ini akan dapat membuat kotoran terdorong keluar.
4.      Makanlah makanan yang mengandung vitamin A. Vitamin A baik bagi kesehatan mata.
5.      Biasakan membaca buku dengan jarak sekitar 30 cm dan dengan penerangan yang cukup.
6.      Periksakan diri ke dokter mata jika mata mulai tidak mampu melihat dengan baik. Apalagi bila disertai dengan pusing atau sakit kepala. Jika tidak segera berobat, mata dapat mengalami gangguan yang lebih parah.





      


2 komentar: