PERLAWANAN RAKYAT MELAWAN SEKUTU
A. PERISTIWA MERAH PUTIH DI BIAK
1.
Waktu Terjadinya
Peristiwa
Peristiwa Merah Putih di Biak, Papua terjadi
pada tanggal 14 Maret 1948
2.
Tempat
Terjadinya Peristiwa
Peristiwa Merah Putih di Biak tersebut
terjadi di Biak, tepatnya di Papua Barat
3.
Tokoh yang
Terlibat dalam Peristiwa Merah Putih di Biak
Ø Martin
Idey sebagai pemimpin Komite Nasional Daerah
Ø Lucas
Roemkorem sebagai pemimpin Partai Indonesia Merdeka
Ø Yoseph
sebagai pemimpin pejuang Irian
4.
Latar Belakang Terjadinya
Peristiwa
Sekutu bersama NICA melarang kegiatan
politik dan melarang pengibaran bendera Merah Putih, tetapi para pemuda tidak
menghiraukannya.
5.
Jalannya
Peristiwa
Seperti
di daerah lain, upaya untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di Biak (Papua)
mengalami hambatan dari pasukan NICA. Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia
di Irian (Papua Barat) disambut gembira. Dukungan terhadap proklamasi
kemerdekaan bergema di kota-kota, seperti Jayapura, Sorong, Serui dan Biak.
Para tokoh-tokoh pejuang Irian membentuk Komite Nasional Daerah yang dipimpin
oleh Martin Indey. Di Biak terbentuk pula Partai Indonesia Merdeka yang
dipimpin oleh Lucas Roemkorem. Kegiatan mereka menyusun kekuatan untuk melawan
Belanda.
Sejak berkobarnya semangat nasionalisme, para pemuda Irian menggunakan lencana merah putih. Mereka dengan berani mengibarkan sang merah putih dan menyelenggarakan rapat-rapat umum. Pada tanggal 14 Maret 1948 para pejuang Irian menyerang tangsi militer Belanda di Sorido dan Biak yang dipimpin oleh Yoseph.
Sejak berkobarnya semangat nasionalisme, para pemuda Irian menggunakan lencana merah putih. Mereka dengan berani mengibarkan sang merah putih dan menyelenggarakan rapat-rapat umum. Pada tanggal 14 Maret 1948 para pejuang Irian menyerang tangsi militer Belanda di Sorido dan Biak yang dipimpin oleh Yoseph.
6.
Akhir Peristiwa
Para
pemuda Biak yang dipimpin oleh Joseph berusaha mengibarkan bendera Merah Putih
di seluruh wilayah Biak. Usaha ini mendapat perlawanan dari NICA karena persenjataan NICA lebih unggul, sehingga
serangan para pemuda Biak mengalami kegagalan. Tiga orang pimpinan ditangkap
dan diadili di Belanda. Dua orang dihukum mati dan seorang dijatuhi hukuman
seumur hidup.
B. SERANGAN UMUM 1 MARET 1949
1. Waktu Terjadinya Serangan
Serangan
tersebut terjadi pada tanggal 1 Maret 1949
2.
Tempat
Terjadinya Serangan
Serangan Umum
1 Maret 1949 tersebut terjadi di Kota Yogyakarta
3.
Tokoh yang
Terlibat Dalam Serangan Umum 1 Maret 1949
Ø
Letkol Soeharto
Ø
Sri Sultan Hamengkubowono
4.
Latar Belakang
Terjadinya Serangan
Hal yang melatarbelakangi terjadinya Serangan Umum 1
Maret ini karena adanya serangan Agresi Militer yang dilakukan oleh pihak
Belanda. Setelah serangan Agresi militer ke II yang dilakukan oleh Belanda,
kondisi dari rakyat Indonesia sangat memprihatinkan. Khususnya di Kota Yogjakarta.
Dalam bidang ekonomi sendiri sudah sangat kacau salah satunya banyak rakyat
yang kelaparan. Apabila dari segi ekonomi sangat kacau, maka dari segi politik
dan sosial juga akan ikut kacau.
5.
Jalannnya
Serangan Umum 1 Maret 1949
Sejak
pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta berantakan akibat penyerbuan dan
penahanan para pemimpin oleh tentara Belanda pemirintahan De Facto sudah
berpindah ke Keraton. Sri Sultan Hamengkubuwono IX oleh rakyat dan tentara
diakui sebagai pemimpin dan pemegang kekuasaan pemerintahah khususnya di daerah
Yogyakarta. Sultan Hamengkubuwono IX memiliki ide. Dimana ide tersebut adalah
suatu strategi yang akan dilakukan untuk menyerang Belanda. Sri Sultan akan
menggunakan Strategi Gerilya. Mulai 19 Desember 1948, Sri Sultan telah melaksanakan
suatu pelatihan kepada TNI.
Serangan
Umum 1 Maret memiliki 2 tujuan yakni :
Ke dalam
Untuk
meningkatkan semangat rakyat serta TNI yang sedang bergerilya melawan pasukan
Belanda dan juga untuk mendukung perjuangan yang dilaksanakan secara diplomasi
Ke luar
Untuk
menunjukkan kepada dunia bahwa TNI mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Adapun
sasaran dari serangan Umum 1 Maret ini adalah :
Sasaran
Politik
Memberikan
dukungan moril terhadap perjuangan yang dilaksanakan secara diplomasi
Sasaran militer
Bertujuan
untuk menunjukkan kepada Belanda bahwa TNI tidak hancur seperti yang dikatakan
oleh pihak Belanda.
Sasaran Psikologis
Untuk
meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap TNI, yang mana TNI akan mampu mengusir
Belanda
Dengan
adanya sasaran dalam penyerangan TNI maka TNI beserta rakyat ingin merebut
kembali Yogyakarta yang dikuasai oleh Belanda sejak agresi militer kedua. Persiapan
yang dilakukan menjelang serangan Umum adalah Sri Sultan melakukan perundingan
– perundingan terhadap rakyat dan perundingan terhadap kolonel Soeharto. Sri
Sultan mempercayai kolonel Soeharto untuk memimpin serangan tersebut. Kemudian
diselundupkan pasukan – pasukan untuk masuk ke dalam Kota
Pada tanggal
1 Maret, tepatnya pukul 06.00 pasukan gerilya mulai memasuki kota jogjakarta.
Pasukan Belanda tidak mengira akan adanya serangan, maka daldm waktu yang
singkat TNI yang pada saat itu dipimpin oleh Kolonel Soeharto mampu mukul
mundur pasukan Belanda. TNI tetap mempertahankan pasukan Belanda di dalam Kota
agar tidak ada pasukan Belanda yang keluar untuk meminta bantuan terhadap
Belanda. Pasukan berhasil menduduki kota Jogjakarta. Pasukan berhasil merebut
pabrik amunisi “waatson” dan senjata – senjata ringan serta dapat merebut 1
tank kecil. Keberhasilan tersbut sangat mengejutkan seluruh dunia. Sebelum jam
12.00, kolonel Soeharto berhasil memundurkan pasukkannya di dalam kota.
6.
Akhir Serangan
Umum 1 Maret 1949
Sempat
terjadi serangan dari belanda karena datangnya bantuan dari belanda. Namun
serangan tersebut tidak terlalu memakan korban banyak dipihak Indonesia namun
dari pihak Belanda sangat banyak menelan korban serta mendapati kerugian yang
cukup besar.
Akibatnya, indonesia tidak di ijinkan
untuk melakukan serangan selama 2 x 24 jam terhadap Belanda yang sedang
melakukan pemindahan pasukan. Dapat dikatakan Serangan Umum 1 Maret 1949
berjalan dengan lancar



